Musikalisasi Puisi


A.    Pengertian Musikalisasi Puisi
Musikalisasi puisi pada hakikatnya adalah proses melodisasi puisi. Maksudnya, musikalisasi puisi merupakan kegiatan menyanyikan puisi secara totalitas dengan pemilihan jenis tangga nada, memberi melodi, pola ritme, dan penggunaan rambu-rambu dinamik serta ekspresi pada puisi tertentu.
Tentu saja tidak semua puisi dapat secara totalitas dimusikalisasikan. Puisi-puisi yang bertipografi tertentu kadang kala tidak bisa diberi melodi atau sebagian bisa dimelodikan dan sebagian lagi tetap harus dibacakan.
Rene Wellek dalam Teori Kesusastraan menyebutkan, melodisasi puisi (penggunaan notasi) sulit diterapkan pada puisi yang mirip percakapan, pidato.  Pola pembaitan kadang kala memudahkan atau bisa juga menyulitkan komposer (penyusun musik) untuk membagi-bagi ke dalam pola irama tertentu.
Dalam musikalisasi puisi bukan hanya melodisasi yang harus ditekankan tetapi tingkatan apresiasi terhadap puisi juga harus diperhatikan. Apresiasi yang tepat menghasilkan tingkat musikalitas yang mengandung ruh (penjiwaan yang tinggi) sesuai dengan tema puisi ketika dinyanyikan.

B.     Jenis Musikalisasi Puisi
Berdasarkan atas ketepatan melodisasi dan apresiasi terhadap sebuah puisi. Jenis musikalisasi puisi terbagi menjadi tiga jenis. Penjelasan lebih detailnya, penulis paparkan di bawah ini.
1)      Musikalisasi Puisi Murni (Versi Penyanyi)
Musikalisasi murni adalah pengubahan puisi menjadi syair lagu tanpa mengikutsetakan pembacaan puisi. Pementasan puisi dengan cara benar-benar menampilkan sebuah lagu, dan puisi hanya berperan sebagai syair lagu. Perbedaan lagu hasil musikalisasi dan lagu yang diciptakan bukan dari puisi tidak terlalu kelihatan. Hanya perbedaan isi syair dan kedalaman maknalah yang membedakan syair puisi dan syair nonpuisi. Model musikalisasi puisi semacam ini sebenarnya telah tumbuh lama. Syair-syair lagu yang dibawakan oleh BIMBO sebagian merupakan puisi-puisi ciptaan Taufiq Ismail. Misalnya saja lagu Panggung Sandiwara dan Sajadah Panjang. Model musikalisasi ini semakin terangkat pamornya ketika muncul musikalisasi puisi Aku Ingin karya Sapardi Djoko Damono.

2)      Musikalisasi Puisi Versi Sastra (Versi Pemain Teater)
Musikalisasi puisi versi sastra adalah pembacaan puisi yang diiringi oleh permainan alat-alat musik. Pementasan puisi dengan cara pembacaan puisi tanpa dinyanyikan, tetapi selama pembacaan puisi ada backsound live permainan alat musik seperti biola, gitar, atau alat musik lainnya. Jelas bahwa fokus utama musikalisasi puisi versi ini adalah keahlian olah vokal pembacaan puisi. Model musikalisasi seperti ini sudah tumbuh lama di dunia pementasan karya sastra dan teater.

3)      Musikalisasi Puisi Campuran (Kombinasi)
Musikalisasi puisi campuran adalah kombinasi musikalisasi jenis murni dan versi sastra. Pementasan puisi dengan perpaduan pembacaan puisi dan nyanyian. Porsi pembacaan dan nynyian bergantung ketepatan apresiasi dan kenyamanan melodisasi terhadap puisi.

C.     Musikalisasi Puisi yang Ideal
Musikalisasi puisi yang ideal adalah musikalisasi hasil kolaborasi antara aliran seni musik dan aliran seni sastra secara proposional dan bernilai tinggi, sehingga menghasilkan harmonisasi yang tepat.
Musikalisasi puisi harus tercermin keindahan nyanyian dan keindahan pembacaan puisi. Kolaborasi lagu dan pembacaan puisi dapat diciptakan jika suasana puisi dapat diapresiasi dengan baik oleh pembaca puisi dan pencipta lagu. Jika dapat diapresiasi dengan baik maka akan terpancar kualitas puisi sekaligus kualitas musikalnya.